Just try to Live & Love..
Tampilkan postingan dengan label Family. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Family. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 Oktober 2013

Barbitch.


Sekumpulan cerita di dalam Barbitch karya Sagita Suryoputri, menampilkan kisah para perempuan dari sisi abu-abu kehidupan. Para tokohnya bercerita tentang pengkhianatan sahabat, cinta segitiga, manipulasi kekuasaan, perempuan dengan kecantikan bagai boneka, perpecahan keluarga..dan semua hal yang kadang disembunyikan masyarakat demi terjaganya stabilitas sosial dan moral. Mereka ada di sekitar kita, namun sering kita menutup mata bagi mereka. Mereka berpesta dalam hentakan musik yang keras hingga tenggelam di bawah kerlip lampu warna-warni berkilauan. Di balik perjuangan demi kehidupan yang lebih baik, mereka tampil rupawan dan elok dipandang mata seakan dunia berjalan tanpa masalah.
Hingga yang tersisa tinggallah pilihan: membenci atau mencintai mereka.

*

Today, I (finally) got the chance to read my sister's book. Actually it's been released two weeks ago, but since I should read this without my mom knows, twas kinda not easy for me. And this evening..where I sat on the corner of my room, did nothing but read for about two hours, finished this book. I'm speechless. Now I don't even know how am I supposed to feel..
Those heartbreaking stories arranged with splendid structure of words..every fact and fiction she poured out into writing, every implicit and projection feeling. How it brought so many memories, how it got me knows much, how it made me to open my eyes bigger about what's going around while all this time all I can do is pretending to know nothing-trying to be careless-don't wanna be seen that i'm hurt-refusing every bad thing just because I won't accept reality, yet in the mean time, she suffers much, she does endless struggle.
Sometimes, people always think that they are the most unfortunate person in this world, how they hate their life and see it as hell. But they should remember, sometimes it's better to look beneath the line of other people downcast journey to realize that we are lucky enough, to reminds us what gratitude is.
And that's what my sister did. Not only to me, but i'm sure that she inspires many people out there with her true act..the way she always be true to herself.
She shows people that no matter how miserable life is, it has no right to stop us from make a good work.
I can never directly say to her how adorable she is in my eyes even with all of her weaknesses and bad side. But nobody is perfect, right. She is the first person I chose to be my role model. The one who taught me how to stay strong in life..we can't run from our fate, we can't choose where we born, but we always have choices to face it and make it better. God even universe has a plan for everyone..I believe they only chose certain and great people to have an extraordinary life, because they know that we are strong enough to handle it. Sometimes fate plays with us to slap our consciousness therefore we realize who we are, what is our gift. Yet it takes time and probably that's why some people give up. But not my sister.



After all..
May thank you saying would never can pay everything you did for me and the whole family..just watch me grow up, sist. And I promise I'll be a good person whom our parents could rely on later, so you don't have to bear everything alone, no more. I can't believe I tear up right this time.. I remember the words you said to me on your launching night, "jangan dibaca, nanti lo stress." you have no idea how it enlightened me instead.

 

Stay healthy, Stay brave, Stay true to yourself.
You own your life..cherish it. :)


“Sister. She is your mirror, shining back at you with a world of possibilities. She is your witness, who sees you at your worst and best, and loves you anyway. She is your teacher, your defense attorney, your personal press agent, even your shrink. Some days, she's the reason you wish you were an only child.”
―Barbara Alpert




".....We born alone. We die alone."
"Lantas bagaimana jadinya dunia ini, jika seluruh umat manusia berpikiran sama seperti Freud? Aku hanya tidak ingin terlalu skeptis."
"Jadi menurutmu aku ini skeptis? I'm just stand up for my rights and perfectly landed on my feet.
Ini namanya realistis"
-BFF, Barbitch pg 13-14.

Minggu, 18 Agustus 2013

Praise God for this holly month :)

Ntah kenapa tiba-tiba ingin menulis tentang bulan puasa dan lebaran tahun ini. :)
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Ramadhan kali ini di isi dengan hal baru. Mungkin selama ini mulai dari masih baru di ajari islam, belajar puasa, biasanya selalu dijalankan di sekolah, waktu SD-SMP pulang cepat kemudian suka tergoda "puasa setengah hari", dan waktu SMA di saat sudah mulai selalu puasa full, tapi ada saja satu hari dimana janjian dengan teman-teman se-gang untuk batal bareng-bareng. Ntah ke mall dan malah makan sushi, atau sekedar makan mie yamin terenak se-tanah-kusir. :') Sedangkan tahun kemarin, kebetulan sedang jadi pengangguran selama Ramadhan. (re: baru lulus SMA, libur empat bulan dan kuliah belum mulai), namun bisa dibilang sebagai achivement puasa tersukses seumur hidup, haha! Berhubung hanya di rumah, bikin trick untuk membalik jam tidur. Jadi, setiap hari bangun jam 3 sore dan baru tidur setiap habis subuh. Alhasil puasa gak ada terasa-terasanya. :p
Tapi tahun ini berbeda, Ramadhan di habiskan dengan kegiatan: Bekerja.
Ya, kebetulan Ramadhan kali ini bertepatan dengan liburan semester selama tiga bulan, saya pun mengambil pekerjaan paruh waktu selain mengajar privat seperti biasanya, Alhamdulillah diterima sbg MFA di Shafco BSD. Suatu PT. bernuansa islami (I will post the whole story about it later, it's an unforgettable experience tho :D). Dipikir kembali, sangat berkah sbnrnya bekerja di situ, puasa kali ini benar-benar jadi terasa lain karena setiap harinya sekarang bisa menutup aurat secara keseluruhan(kewajiban seragam), sambil belajar alquran lagi dan tadarus setiap hari, bahkan seorang senior berkata, "Lala tau ngga, kalo puasa sambil kerja itu, pahalanya besar banget!". Karena benar sekali, sambil harus kuat-kuat bersabar menghadapi berbagai customer setiap harinya, atau buka puasa yang jadi sering tertunda, sampai sekalinya bisa meneguk air putih tepat pada saat adzan, rasanya merupakan nikmat. Tidak seperti Ramadhan2 sebelumnya dimana selalu kalap setiap buka puasa dirumah, semua tersaji dengan mudahnya, sampai rasanya bosan dan selalu ingin keluar. (padahal pengangguran, tapi malah hedon. *baru sadar* *that is a bad attitude*) Namun tahun ini, betapa rindunya untuk buka puasa dirumah. Shift yang kebanyakan malam membuat puasa tahun ini benar-benar hanya buka di rumah satu kali, ya, benar-benar satu kali. Setiap ada waktu, pasti malah selalu digunakan untuk buka bersama. Undangan yang begitu banyaknya sampai harus pusing sekali mengatur jadwal agar seluruhnya bisa terpenuhi. Tapi tak disangka, bukber-bukber tahun ini pun benar-benar berkesan, banyak sekali rasa gembira dan hikmah yang di dapat melalui berkumpul bersama semuanya. :-) Musim buka bersama, sering sekaligus digunakan sebagai ajang reuni. Betapa senangnya ketika berkumpul dengan teman-teman lama, sampai pada suatu titik dimana saya tersadar, sejak beberapa waktu terakhir melalui masa-masa berat dan melewati hal-hal tak terduga dalam hidup yang membuat saya mengenal sisi kelam diri ini, namun ketika saya mendengar diri saya sendiri pada saat itu tertawa begitu lepasnya setelah sekian lama, rasanya seperti suatu bagian dari diri saya yang telah hilang kembali untuk sesaat, ya, bagian diri yang ceria dan tak banyak masalah, yang easy going. Dan akhirnya membuat mulai berintrospeksi kembali. Satu lagi pelajaran yang di petik, mungkin terkadang untuk beberapa individu seperti saya, cara terbaik untuk menyembuhkan diri bukanlah dengan memaksakan diri bertemu orang baru, tapi justru berkumpul kembali dengan orang-orang yang ada dalam hidup sebelum hadirnya "penyakit" tersebut, untuk mengingatkan bahwa kita pernah menjalani yang lebih baik, dan mampu untuk hal itu. :-)
Selain bertemu kangen dengan para sahabat lama, tak tertinggal, dengan kehidupan sekarang. Ya, buka & sahur bersama keluarga Psikologi. Menyenangkan rasanya ketika bertemu lagi dengan teman-teman kampus setelah libur sekian lama, walaupun (lagi-lagi) sempat terjadi suatu hal yang tak disangka, but I think I handled that well, and Alhamdulillah for that. :-) buka puasa bersama yang dilanjutkan dengan kegiatan sahur bersama, bukan sahur on the road seperti biasa ketika SMA, melainkan sahur ceria bersama anak-anak panti asuhan. Berinteraksi langsung dengan mereka, sholat subuh, makan, main dan bercanda bersama. Hangat rasanya ketika dapat berbagi. :-)
Satu lagi momen langka pada Ramadhan kali ini, saat kakak perempuan saya secara khusus menghabiskan waktu bersama saya, ibaratnya having quality time together. I can say this is such a rare and unusual thing. Sekilas hanya seperti buka bersama biasa, mentraktir makan, memberikan uang jajan.. Namun justru hal-hal kecil didalamnya lah yang membuat saya ketika itu menyadari, ternyata bagaimanapun juga, se-kaku apapun saya kepada dia, bagaimanapun dirinya, saya begitu menyayanginya, apapun jalannya. Beberapa kalimatnya yg mungkin bahkan dia pun tidak menyadari hal tersebut membuat tersentuh, betapa dia mau terbuka thd saya, niatnya untuk menyenangkan adiknya. Bahkan dia tidak mengatakan apapun ketika saya tau dia lelah menyetir, dan akhirnya saya gantikan.. Benar-benar perasaan yang tak tergambarkan ketika menyadari seberbeda apapun dunia kami, bagaimana kami di biasakan untuk mengurusi hidup masing-masing, pada akhirnya kami tetaplah satu darah, yang sering lupa akan hal tersebut.
Berkah-berkah hadir di bulan suci tahun ini, masih banyak lagi termasuk saya yang akhirnya dapat mengikhlaskan satu hal.....dan lainnya yang tidak dapat diceritakan satu persatu namun akan tetap selalu membekas dalam ingatan dan diri. :-)
Walaupun masih ada beberapa acara yang tidak terhadiri karena situasi dan kondisi, seperti buka bersama Dazzle Cheerleaders, buka bersama angkatan SMA, SOTR 47, dan berbagi Ta'jil di Halimun. Insya Allah masih ada lagi kesempatan berikutnya. Well, ini beberapa momentnya walau tidak semua terdokumentasikan :D

(Buka Bersama Sahabat Tersayang & Celebrating my friend's birthday) 

(Buka Bersama kakak, Sagita Suryoputri)

(Buka Bersama Psikologi, ini yang sama kelas Reguler A 2012)
 
 (Buka Bersama XII IPS 3 47 2012, best class ever. I can say this is the happiest one :D)

(Last but not least, Buka Bersama Geez-sweet. My girls, partner in happiness, laugh-mates)

Satu lagi yang spesial, bulan ini ditutup dengan Idul Fitri yang cukup berbeda dari biasanya pula. Ya, untuk pertama kalinya Lebaran di adakan di rumah ibu. Ada cerita lucu saat itu, semua keluarga besar sudah mempersiapkan segalanya untuk tanggal 10, berbarengan dengan Anniversary pernikahan salah satu om&tante yang ke 19 dan ulang tahun seorang Pakde. Namun ternyata kami salah perhitungan dan Lebaran jatuh pada tanggal 8. Semua keluarga besar untuk pertama kalinya menginap di rumah saya pada malam sebelumnya, bayangkan ketika satu isi rumah bangun jam 10 pagi.. Tidak ada yang sholat, panik. Dan disaat orang-orang semua berlebaran, kami tetap mengadakan acara tanggal 10, makanan-makananpun baru keluar tanggal 10, bahkan baju nya baru boleh dipakai tanggal 10 pula, haha! Akhirnya kami sekeluarga pada tanggal 8 hanya berkunjung ke rumah Eyang seperti tahun-tahun sebelumnya. Walaupun alakadarnya, tetapi tetap senang rasanya bisa berkumpul bersama. :D
Dilanjutkan dengan berkeliling hingga tanggal 9, dan akhirnya jadilah perayaan Lebaran di kediaman keluarga kami sbg tuan rumah pd tgl 10. Alhamdulillah. :-)
One thing is, hal-hal dan tradisi seperti ini jarang sekali dilakukan bahkan di keluarga besar kami sebelumnya, tak disangka mulai dari tahun ini hingga tahun berikutnya, we will keep this up. We're grateful that this year is such a big and delightful start. :-)

Lebaran Day 1 at Granny's House. Simple yet quite lovely :)

(Eid Mubarak Celebration at my crib with the big family)

So, that's all. What a Holly, Joyful Month and I want to thank God for that..
for every joy God has sent to me, to my dearest people. After all,
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434 H.
New Page, a fresh start. God bless us :-)



-Pishella Suryoputri-