Just try to Live & Love..
Tampilkan postingan dengan label Unforgettable Moment. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Unforgettable Moment. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 18 Januari 2014

It's time to say goodbye, I guess.

So.....it's been a year.
I still clearly remember how it used to be.
That evening, my life seemed to finally found its destiny when it comes to heart-matter.
Under the Saturday rain, gentle touch.
And for the first time in my life,
I can't be more sure that I did feel my soul has finally awaken and it changes everything.
The moment I really and literally listened to my own yet turns out,
a year later which is now, it has become a very remarkable lesson, an unforgettable one.
Those times where I felt like dying but in the meantime, I also felt so alive.
Just all because I didn't realize something at the first place..that's heading me to who I am now.
And I can't do anything but to be grateful..
Today, since it ends, and I know everything has changed,
I command myself to close that story, take the lesson and moving up.
Hoping for a better me..



Sincerely, Me, who wants to thank you. :)

Minggu, 17 November 2013

A Wonderful Chance, and Million Lesson :)

I have this short story..

So, this morning I was volunteering for a children coloring competition. There were so many kids came with their parents, bought a pallet of expensive crayons, mini table, and dressed cute.
After about an hour it passed, I realized that there's a girl staring to snacks, souvenirs and presents I prepared for the participants..wearing filthy clothes, looked tired and yearn.
So I asked her, "what are you doing here?"
She answered, "can you give me one of these?"
And then I realized she's a beggar..
My friends whispered, "no, she can't. She's not joining the competition", well cause the rule is we can only give those to anyparticipant kid.
So I told her, "why don't you join the competition? So we can give you this."
My friends said, "she doesn't even have any crayon"
And I tell her, "I would buy you one.."
Then I gave her this coloring pencils, she seemed excited and started to coloring her draw. At the rear seat, without table, without parents, but she did it passionately..
Suddenly, there were a boy and a toddler approached her, turns out they are this girl's brother and sister. She told 'em she's joining the competition so she can give themselves some prizes. Her bro and lil sist seemed also excited to hear that, so they just sit there behind this girl, wait patiently and supported their sister.
Just for a small souvenir.....it broke my heart.
After she finished, I told her, "don't forget to write down your name, dear"
She replied, "okay. Kak, do you know, I learned to write at home..I don't go to school"
it made me really sad, and I said, "yeah, I know..and you are the smart kid..anyway, where's ur mom?"
She answered, "I don't know..probably at some traffic light, looking for money"
..and I was like..almost tear up.
The reality that she takes care of herself alone kills some part of me.
And unpredictably, she returned the coloring pencils I gave her, safe and sound.
Then I gave her the souvenir and snacks as I promised. This girl, her bro and lil sist seemed happy.
I looked at her draw, not as good as the other kids, but in my eyes..you are the winner, girl.
After she left, my another friend asked me, "why didn't you just give her the souvenir and snacks directly? I think it would be fine if you just steal one for her."
I answered..
"No, I wanted to teach her this life lesson..that we have to fight first before we get what we want.
And so did she..taught me how to be tough" :)

hold on, kid. you have no idea how brave you will be


*

And at the other side, today was also interesting for me..
Well, the competition I said above was the first part of my job in this event..
btw, it's kinda hard for me to decide who's the winner :p


My second thing to do is accompanying some Veteran from my country..
#SejutaBungaUntukPahlawan 

Rasa syukur dapat berkontribusi dalam acara yang merangkul para pejuang Indonesia menuju kemerdekaan. Tak lupa pesan salah satu dari mereka, "Nak, jadilah penerus bangsa yang baik."


*

So I thank God, for such a good day I had.



Regards,
Pishella Suryoputri



Minggu, 06 Oktober 2013

Shave for Hope 2013

Shave for Hope, merupakan suatu acara sosial tahunan oleh Yayasan Pita Kuning untuk membantu anak-anak penderita kanker di RS. Dharmais. Dengan konsep yang luar biasa demi menolong sesama oleh para pengusung acara, it makes me didn't even think twice to participate on this event :D personally, I think it's not really about the money we donated, but how it can apparently touched so many people's heart to help those kids..their willing to cut their hair to show to 'em that beautiful is not considered by hair but with the heart..that those kids don't need to walk alone and here we are, ready to support 'em. I mean, many of us who did this could just give our money as much as the sponsor paid us to help, but we realized that there's something more important for those children..moral support. And this event proved that even the little act from one people can really change someone's life. :)
I'm so glad and grateful to have a chance to did this..


Before-After Pict. :D




"If you can't feed a hundred people, then feed just one."
- Mother Teresa



for more info:

Minggu, 18 Agustus 2013

Praise God for this holly month :)

Ntah kenapa tiba-tiba ingin menulis tentang bulan puasa dan lebaran tahun ini. :)
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Ramadhan kali ini di isi dengan hal baru. Mungkin selama ini mulai dari masih baru di ajari islam, belajar puasa, biasanya selalu dijalankan di sekolah, waktu SD-SMP pulang cepat kemudian suka tergoda "puasa setengah hari", dan waktu SMA di saat sudah mulai selalu puasa full, tapi ada saja satu hari dimana janjian dengan teman-teman se-gang untuk batal bareng-bareng. Ntah ke mall dan malah makan sushi, atau sekedar makan mie yamin terenak se-tanah-kusir. :') Sedangkan tahun kemarin, kebetulan sedang jadi pengangguran selama Ramadhan. (re: baru lulus SMA, libur empat bulan dan kuliah belum mulai), namun bisa dibilang sebagai achivement puasa tersukses seumur hidup, haha! Berhubung hanya di rumah, bikin trick untuk membalik jam tidur. Jadi, setiap hari bangun jam 3 sore dan baru tidur setiap habis subuh. Alhasil puasa gak ada terasa-terasanya. :p
Tapi tahun ini berbeda, Ramadhan di habiskan dengan kegiatan: Bekerja.
Ya, kebetulan Ramadhan kali ini bertepatan dengan liburan semester selama tiga bulan, saya pun mengambil pekerjaan paruh waktu selain mengajar privat seperti biasanya, Alhamdulillah diterima sbg MFA di Shafco BSD. Suatu PT. bernuansa islami (I will post the whole story about it later, it's an unforgettable experience tho :D). Dipikir kembali, sangat berkah sbnrnya bekerja di situ, puasa kali ini benar-benar jadi terasa lain karena setiap harinya sekarang bisa menutup aurat secara keseluruhan(kewajiban seragam), sambil belajar alquran lagi dan tadarus setiap hari, bahkan seorang senior berkata, "Lala tau ngga, kalo puasa sambil kerja itu, pahalanya besar banget!". Karena benar sekali, sambil harus kuat-kuat bersabar menghadapi berbagai customer setiap harinya, atau buka puasa yang jadi sering tertunda, sampai sekalinya bisa meneguk air putih tepat pada saat adzan, rasanya merupakan nikmat. Tidak seperti Ramadhan2 sebelumnya dimana selalu kalap setiap buka puasa dirumah, semua tersaji dengan mudahnya, sampai rasanya bosan dan selalu ingin keluar. (padahal pengangguran, tapi malah hedon. *baru sadar* *that is a bad attitude*) Namun tahun ini, betapa rindunya untuk buka puasa dirumah. Shift yang kebanyakan malam membuat puasa tahun ini benar-benar hanya buka di rumah satu kali, ya, benar-benar satu kali. Setiap ada waktu, pasti malah selalu digunakan untuk buka bersama. Undangan yang begitu banyaknya sampai harus pusing sekali mengatur jadwal agar seluruhnya bisa terpenuhi. Tapi tak disangka, bukber-bukber tahun ini pun benar-benar berkesan, banyak sekali rasa gembira dan hikmah yang di dapat melalui berkumpul bersama semuanya. :-) Musim buka bersama, sering sekaligus digunakan sebagai ajang reuni. Betapa senangnya ketika berkumpul dengan teman-teman lama, sampai pada suatu titik dimana saya tersadar, sejak beberapa waktu terakhir melalui masa-masa berat dan melewati hal-hal tak terduga dalam hidup yang membuat saya mengenal sisi kelam diri ini, namun ketika saya mendengar diri saya sendiri pada saat itu tertawa begitu lepasnya setelah sekian lama, rasanya seperti suatu bagian dari diri saya yang telah hilang kembali untuk sesaat, ya, bagian diri yang ceria dan tak banyak masalah, yang easy going. Dan akhirnya membuat mulai berintrospeksi kembali. Satu lagi pelajaran yang di petik, mungkin terkadang untuk beberapa individu seperti saya, cara terbaik untuk menyembuhkan diri bukanlah dengan memaksakan diri bertemu orang baru, tapi justru berkumpul kembali dengan orang-orang yang ada dalam hidup sebelum hadirnya "penyakit" tersebut, untuk mengingatkan bahwa kita pernah menjalani yang lebih baik, dan mampu untuk hal itu. :-)
Selain bertemu kangen dengan para sahabat lama, tak tertinggal, dengan kehidupan sekarang. Ya, buka & sahur bersama keluarga Psikologi. Menyenangkan rasanya ketika bertemu lagi dengan teman-teman kampus setelah libur sekian lama, walaupun (lagi-lagi) sempat terjadi suatu hal yang tak disangka, but I think I handled that well, and Alhamdulillah for that. :-) buka puasa bersama yang dilanjutkan dengan kegiatan sahur bersama, bukan sahur on the road seperti biasa ketika SMA, melainkan sahur ceria bersama anak-anak panti asuhan. Berinteraksi langsung dengan mereka, sholat subuh, makan, main dan bercanda bersama. Hangat rasanya ketika dapat berbagi. :-)
Satu lagi momen langka pada Ramadhan kali ini, saat kakak perempuan saya secara khusus menghabiskan waktu bersama saya, ibaratnya having quality time together. I can say this is such a rare and unusual thing. Sekilas hanya seperti buka bersama biasa, mentraktir makan, memberikan uang jajan.. Namun justru hal-hal kecil didalamnya lah yang membuat saya ketika itu menyadari, ternyata bagaimanapun juga, se-kaku apapun saya kepada dia, bagaimanapun dirinya, saya begitu menyayanginya, apapun jalannya. Beberapa kalimatnya yg mungkin bahkan dia pun tidak menyadari hal tersebut membuat tersentuh, betapa dia mau terbuka thd saya, niatnya untuk menyenangkan adiknya. Bahkan dia tidak mengatakan apapun ketika saya tau dia lelah menyetir, dan akhirnya saya gantikan.. Benar-benar perasaan yang tak tergambarkan ketika menyadari seberbeda apapun dunia kami, bagaimana kami di biasakan untuk mengurusi hidup masing-masing, pada akhirnya kami tetaplah satu darah, yang sering lupa akan hal tersebut.
Berkah-berkah hadir di bulan suci tahun ini, masih banyak lagi termasuk saya yang akhirnya dapat mengikhlaskan satu hal.....dan lainnya yang tidak dapat diceritakan satu persatu namun akan tetap selalu membekas dalam ingatan dan diri. :-)
Walaupun masih ada beberapa acara yang tidak terhadiri karena situasi dan kondisi, seperti buka bersama Dazzle Cheerleaders, buka bersama angkatan SMA, SOTR 47, dan berbagi Ta'jil di Halimun. Insya Allah masih ada lagi kesempatan berikutnya. Well, ini beberapa momentnya walau tidak semua terdokumentasikan :D

(Buka Bersama Sahabat Tersayang & Celebrating my friend's birthday) 

(Buka Bersama kakak, Sagita Suryoputri)

(Buka Bersama Psikologi, ini yang sama kelas Reguler A 2012)
 
 (Buka Bersama XII IPS 3 47 2012, best class ever. I can say this is the happiest one :D)

(Last but not least, Buka Bersama Geez-sweet. My girls, partner in happiness, laugh-mates)

Satu lagi yang spesial, bulan ini ditutup dengan Idul Fitri yang cukup berbeda dari biasanya pula. Ya, untuk pertama kalinya Lebaran di adakan di rumah ibu. Ada cerita lucu saat itu, semua keluarga besar sudah mempersiapkan segalanya untuk tanggal 10, berbarengan dengan Anniversary pernikahan salah satu om&tante yang ke 19 dan ulang tahun seorang Pakde. Namun ternyata kami salah perhitungan dan Lebaran jatuh pada tanggal 8. Semua keluarga besar untuk pertama kalinya menginap di rumah saya pada malam sebelumnya, bayangkan ketika satu isi rumah bangun jam 10 pagi.. Tidak ada yang sholat, panik. Dan disaat orang-orang semua berlebaran, kami tetap mengadakan acara tanggal 10, makanan-makananpun baru keluar tanggal 10, bahkan baju nya baru boleh dipakai tanggal 10 pula, haha! Akhirnya kami sekeluarga pada tanggal 8 hanya berkunjung ke rumah Eyang seperti tahun-tahun sebelumnya. Walaupun alakadarnya, tetapi tetap senang rasanya bisa berkumpul bersama. :D
Dilanjutkan dengan berkeliling hingga tanggal 9, dan akhirnya jadilah perayaan Lebaran di kediaman keluarga kami sbg tuan rumah pd tgl 10. Alhamdulillah. :-)
One thing is, hal-hal dan tradisi seperti ini jarang sekali dilakukan bahkan di keluarga besar kami sebelumnya, tak disangka mulai dari tahun ini hingga tahun berikutnya, we will keep this up. We're grateful that this year is such a big and delightful start. :-)

Lebaran Day 1 at Granny's House. Simple yet quite lovely :)

(Eid Mubarak Celebration at my crib with the big family)

So, that's all. What a Holly, Joyful Month and I want to thank God for that..
for every joy God has sent to me, to my dearest people. After all,
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434 H.
New Page, a fresh start. God bless us :-)



-Pishella Suryoputri-


 

Jumat, 26 April 2013

It could be just a meaningless words, anyway.

Because to be with you seems impossible..
Because it costs me forever to make you understand what I feel..
And I realize all of my way doesn't belong to you..

          

Him : Are you exhausted and want to give up or you exhausted and still won’t give up?
This girl : What do you want?
Him : Anything that makes you happy
This girl : I actually have no choice
Him : What can I do to make you feel better?
This girl : Tell me the reason
Him : I wish I could
This girl : Then I will always be like this, cause I don’t understand
Him : Whatever that’s going to be your choice, I will accept it, I just want you to know, you don’t have to listen to everyone but yourself, don’t let anyone makes a decision for you, you just need to trust your heart.. cause when you decide something by your own choice, you will never regret anything.. and everything would be the best for you, eventually.
This girl : It’s actually quite simple..
Him : How?
This girl : If the reason is really what you’ve said to me that time, about that thing.. I don’t mind to stay.. but if the reason is.. her.. well you know, I never want to be the second woman.. I think you understand how I see my mom and my sister’s life, and how I try not to be like that, I know how painful it is..
Him : …..
This girl : Or.. if you really want me to leave, you just need to say.. “I want you to go, your existence makes a difficulty for my life, and I’ll be happier if you’re not around” for sure.. I will go..
Him : You sick.. of course I can’t, dear..
This girl : You honestly never really want me to go either, do you..?
Him : But it would be unfair for you to stay..
This girl : yes it is..
Him : so..
This girl : I don’t know……….


          

Percakapan yang selalu berulang-ulang namun tak pernah menemukan ujungnya. Demikian pula dengan segala jatuh-bangun yang ada. Ketidaktegasan satu orang yang berakhir dengan menghancurkan tiga hati sekaligus. Tidak ada satu pihakpun yang perlu disalahkan, karena berat bagi semua. Apa lagi yang dapat dilakukan ketika diminta pergi sekaligus diminta untuk tidak memutuskan, perubahan sikap pun akan menyakitinya. Dan saat harus menjadi pihak yang terpaksa jahat dengan mengambil andil dalam kesakitan orang lain. Ketidakfahaman, ketidakpastian, mungkin merupakan hal yang mutlak dalam kehidupan, namun ke-tidak-punya-otak-an-untuk-bertahan-di-atas-rasa-rendahdiri-dan-dikatakan-penghancur-atas-apa-yang-sudah-semestinya, rasanya tidak.
Karena menjadi baik atau tidak selalu merupakan pilihan. Ntah bagi apa dan siapapun.
Rasa sabar memang tak terbatas, namun manusia punya yang namanya rasa lelah. Hasrat yang tak tentu arah. Serta dimata siapapun jelas salah. Dan mungkin itu yang membuatnya menyerah. Walaupun harus kalah.
Selalu diputarbalikkan kisah  hingga pasrah.
Sedari awal mengetahui, ini bukan suatu hal yang akan berakhir bahagia. Namun untuk menjadi tamu kehidupanpun rasanya terlalu menyedihkan. Karena rasa yang semestinya tidak sepedih ini.
Harusnya tau, bahwa semakin banyak yang diterima, semakin banyak pula yang nanti harus dilepaskan. Dengan atau tanpa kerelaan. Walau sesungguhnya bersedia mengorbankan apapun untuk menunjukan kesungguhan.

Mematahkan semua angan-angan. Memupuskan semua harapan. Mengikhlaskan dengan ratapan.
Bertahan dengan sisa-sisa kekuatan. Dengan ekspektasi memperbaiki keadaan.
Tanpa merasa menjadi pihak yang paling tersakiti, menyadari cinta tidak seharusnya begini. Mungkin semua ini tak lebih dari obsesi. Kesalahan interpretasi yang mengakibatkan kerusakan hati hingga mati. Dan jalan yang tersisa hanyalah pergi..

Mungkin selama ini aku takut, karena aku kalut.


          

Dia yang tersenyum kearah anak ini dengan cahaya lampu di malam itu
Dia yang satu-satunya punya kehangatan tangan lebih dari anak ini
Dia yang selalu ngga tega mendengar anak ini mengeluh atas hal sekecil apapun
Dia yang membelikan anak ini banyak sushi dan ketiak ayam kalo sebutan dia
Dia yang suka minta pilih lagu di mobil
Dia yang sering membuat anak ini tertawa memalui telfon
Dia yang memberikan tangannya setiap anak ini menghela nafas berat
Dia yang selalu bercanda dirinya gay supaya anak ini ilfeel
Dia yang berkata membayangkan dua orang di satu rumah serba putih
Dia yang mengepalkan tangannya sambil berkata 'yes' saat anak ini bilang dirinya membuat anak ini senang
Dia yang rela menghampiri jam dua pagi dan nemenin saat anak ini sedih
Dia yang mau nyetir sampai pagi hanya untuk nemenin anak ini menikmati jalanan
Dia yang membiarkan anak ini terlelap dalam rangkulannya
Dia yang tiba-tiba memeluk anak ini dengan rasa yg luar biasa
Dia yang memberikan kecupan hangat
Dia yang sudi berdiri satu jam di bawah pohon malam hari disaat sakit karena anak ini mengamuk
Dia yang suka minta di usap-usap kepalanya
Dia yang suka berdiskusi tentang berbagai lagu dengan anak ini
Dia yang diam ketika anak ini lepas kendali dan memukulnya, menamparnya, menonjoknya, menendangnya, menarik-narik bajunya, melemparnya dengan sepatu dan bantal, meneriakinya
Dia yang juga sebagai satu-satunya laki-laki yang bisa dan berani memarahi anak ini
Dia yang selalu membuat anak ini bingung
Dia yang selalu membuat anak ini marah
Dia yang selalu membuat anak ini letih
Dia yang selalu membuat anak ini sakit

Dia pula obat dari segalanya

          

Walau bukan sebagai peran utama.. Cerita yang panjang rasanya sejak pertama bertemu, hingga berdua dibawah hujan, sampai pada tatapan yang menyadarkan adanya rasa itu. Tidak pernah ingin menjadi kekasih baik satu-satunya, namun selalu ingin menjadi orang yang membuatnya merasa lebih baik dan bahagia dengan semua tugas yang dia emban. Membenci keadaan dimana harus menyusahkannya. Baik saat ini. Walau mustahil bagi hati melupakannya.


Loving you is hard, but it's harder not to..

When suddenly it's quite surprising that I have such a courage to let you go because I see how sad you are when you have to let her go. Just like a circle.
We both know everything that has happened is not what I want, we even know that until this time I never understand why it should be you.. till its depth.
But now I have nothing to do or say anymore.. you and I will find our true happiness.. though it would take a long time. I just hope everything would be fine and easier.. for me, for you, for her, and all of us.

Wonderful life is still waiting for us :)
However the journey goes..





-Pishella Suryoputri-

Selasa, 01 Januari 2013

Such A Roller Coaster Ride

Year has changed, it's the first day of 2013.. Before I go to start the journey of this new year, I want to review what I've been through in last year, 2012. Which has been a very humbling year for me..
it's quite important for me to rethink about what happened in a year and write it down, here, because it's always nice to re-read it later. You know, to simply went back just to see how far you go.
Banyak banget perubahan, banyak banget kejadian, pengalaman pertama, pembelajaran, pait, manis, haru, menantang, dan semuanya.

Di tahun 2012 ini, merasakan lagi yang namanya bloomy terhadap satu sosok yang dapat membuat semangat ke sekolah menjadi berkali-kali lipat, seperti ketika SMP dulu, ceritanya konyol, bodoh, tapi juga manis untuk dikenang. Di tahun 2012 ini, menjadi tahun terakhir mengenyam pendidikan di sekolah setelah 12 tahun. Di tahun 2012 ini, menemukan sahabat-sahabat terbaik, banyak menikmati dan menghabiskan waktu yang terlalu menyenangkan bersama, kebahagiaan maksimal ditemukan hanya dengan berbagi tawa dan pengalaman-pengalaman baru dengan mereka. Di tahun 2012 ini, diberikan beberapa moment terbaik oleh orang-orang tercinta yang membuat saya merasa betapa beruntungnya memiliki mereka dalam hidup saya. Di tahun 2012 ini, tahunnya perjuangan dalam menghadapi ujian akhir, ujian praktik, ujian nasional, setelah apa yang dipelajari selama 3 tahun ini, yang namanya pulang larut dan ke perpustakaan setiap ada jam kosong hanya untuk belajar, yang mengharukan mengingat betapa saya dan teman-teman saling membantu satu sama lainnya dengan subjek yang di kuasai. Di tahun 2012 ini, begitu menghargai sisa-sisa waktu yang tinggal sedikit selama masih menjadi siswi putih abu-abu bersama teman-teman dan guru-guru tersayang. Di tahun 2012 ini, benar-benar merasakan campur aduk betapa sedihnya harus berpisah dengan SMAN 47 Jaksel dan semua isinya namun akhirnya selesai menempuh pendidikan sekolah dengan hasil yang begitu sesuai target. Di tahun 2012 ini, merasakan capek luar biasa nya dalam proses menuju universitas, dengan melihat berbagai macam perjuangan dan jalan-jalan yang berbeda yang dilalui bersama teman-teman 2012 untuk mencapai masa depannya masing-masing. Di tahun 2012 ini, dapat membuat ibu bangga banget dengan tembusnya undangan, masuk universitas negri dengan jurusan yang diinginkan tanpa test dan pertama kali bisa meringankan beban ibu dari sisi finansial, disertai nilai NEM yang begitu memuaskan. Di tahun 2012 ini, merasakan pedihnya ditampar sama kenyataan bahwa ternyata kampus impian, mem-blacklist asal sekolah saya dan memupuskan impian bertahun-tahun untuk dapat mengenakan jaket kuning tersebut. Di tahun 2012 ini, saya bertemu seseorang dari kehidupan lama yang kembali datang, seseorang yang berhasil membuka pintu hati saya lagi setelah hampir dua tahun tertutup karna sibuk dengan proses perdamaian dengan diri sendiri hingga takut untuk keluar dari zona aman tersebut, dan memiliki perjalanan yang begitu menarik dan belum pernah saya rasakan sebelumnya, dimana tetap saling berbagi namun tetap berdiri pada kaki masing-masing. Di tahun 2012 ini, merasakan pula rasa kesedihan yang begitu dalamnya, ketika untuk pertama kali, ditinggalkan seseorang, ke tempat yang begitu jauhnya, harafiah, oleh seorang sahabat terdekat dan terbaik ke luar benua. Di tahun 2012 ini, resmi menjadi mahasiswi di Universitas Negeri Jakarta dengan program studi impian yaitu Psikologi. Di tahun 2012 ini, mengetahui betapa besarnya kasih sayang ibu terhadap saya ketika saya hendak tinggal di kost untuk beberapa waktu dan belajar lagi berbagai hal nya sendiri. Di tahun 2012 ini, dapat pengalaman gimana rasanya di jambret, keseret motor penjahat, dan gimana kerasnya Jakarta yang sesungguhnya. Di tahun 2012 ini, bertemu dengan begitu banyaknya orang baru, bahkan kehidupan dan keseluruhan lingkungan yang baru, teman-teman baru, proses adaptasi yang seru. Di tahun 2012 ini, ikut masa-masa 'menantang' untuk maba, yang tidak akan terlupakan selamanya, MPA dan PKMJ yang pengalamannya terlalu seru untuk digambarkan. Di tahun 2012 ini, merasakan bagaimana proses perlahan tapi pasti untuk akhirnya mencintai Psikologi UNJ sepenuhnya, dari yang awalnya sedih, nerimo, ikhlas, mulai terbiasa, mulai nyaman, mulai senang, sayang, hingga akhirnya menyadari ada titik kebahagiaan disini yang tidak akan dapat ditemukan di tempat lain, bahkan saya mendapat keluarga baru. Di tahun 2012 ini, begitu banyak sosok-sosok berdatangan dan lalu-lalang tanpa disangka-sangka dengan ceritanya masing-masing, ntah untuk mengajarkan apa itu kepahitan, mengajarkan untuk lebih berhati-hati, membuat diri merasa di atas awan, orang-orang yang mengajarkan untuk menjadi lebih realistis, atau satu orang lagi yang begitu baiknya dan membuat saya akhirnya menyadari bahwa saya patut di hargai sebagai wanita. berbicara tentang hati, rasanya tidak akan sudah-sudah, dengan faktor saya sendiri yang sedang begitu kencangnya belajar, berkata saya tidak takut menghadapi apapun yang datang namun pada kenyataannya saya yang berakhir dengan tangis, atau saya yang pada akhirnya mengambil tantangan pada diri sendiri untuk pergi bertualang menjauhi stabilitas dan memulai petualangan yang begitu fluktuatifnya dengan keyakinan ingin mengetahui ada apa saja di luar sana hingga berakhir pada kesendirian lagi pula. Di tahun 2012 ini, akhirnya tercapai untuk mempelajari hal yang selalu dinantikan dari dulu, mempelajari ilmu jiwa dan perilaku, yang ditekadkan untuk mulai diamalkan dalam kehidupan sehari-hari dan betapa terkesimanya saya akan manfaat-manfaat yang dapat saya petik, bahkan saya bisa mengambil hikmah hanya dengan berbicara pada tukang tahu di taman Suropati atas bimbingan senior-senior yang luar biasa. Di tahun 2012 ini, bisa melihat ibu bahagia lagi ketika kembali bersama dengan ayah baru yang juga telah menunjukan perubahan sikapnya ke arah yang lebih baik. Di tahun 2012 ini, untuk pertama dan terakhir kalinya saya merasakan marah yang luar biasa terhadap kakak laki-laki saya, yang membuat saya menyadari bahwa ternyata di dalam diri saya yang selalu saya anggap lemah, saya pun bisa begitu murka nya dan itu merupakan hal yang sangat buruk pula. Di tahun 2012 ini, mengetahui banyak hal yang tidak saya ketahui sebelumnya.
.....Di tahun 2013, saya ingin menjadi jauh lebih baik lagi, karena.....
Di tahun 2012 ini, saya telah belajar bersikap, saya belajar menghargai, saya belajar berusaha, saya belajar tegar, saya belajar tidak emosional, saya belajar menghilangkan sifat needy ini, saya belajar lebih mandiri lagi, saya belajar untuk tidak dibodohi lagi sebisa mungkin, saya belajar berpikir lebih matang lagi, saya belajar menghargai diri sendiri, saya belajar mengimbangi hati dan logika, saya belajar akan kelemahan saya.. Saya jauh dari kata baik, dan atas landasan itu semua, saya tidak mau mengulang kesalahan yang sama, membuat pertanyaan-pertanyaan tolol dalam hidup yang sesungguhnya sudah saya ketahui jawabannya dari apa yang telah dipelajari walau belum pada puncak maksimalnya..

There are so many mistake i've done this year, yet there is a strong willing in myself to fix up those things and be a better me. I can't tell everything that happened in 2012 completely, clearly and perferctly, people may not even care about it but I will always keep every precious moment in this year in my heart and bring all the lesson i've got in my life. And if someone's reading this right now.. I want to share, well, sebelum bikin post ini, saya me-review beberapa catatan yang saya buat di akhir tahun 2011 mengenai resolusi-resolusi untuk tahun 2012. Beberapa point yang tercapai antara lain adalah; tembus undangan, lulus dengan rata-rata NEM minimal 80, masuk psikologi, belajar jadi pribadi yang lebih tenang, berani mencoba keluar dr zona aman. Dan ada juga point-point yang gagal tercapai, antara lain; masuk Universitas Indonesia dan 'no more drama in lovelife. Gagal? ya. Namun pada kenyataannya, sekarang saya bahagia-bahagia aja di UNJ, dan mengenai kisah-kisah yang justru makin drama, mungkin memang masih harus banyak belajar lagi :)
begitu banyaknya kejadian yang tidak disangka terjadi, I mean, dimana saya harus melewati kondisi-kondisi yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya, namun ketika hal tersebut berhasil terlewati, justru membuat saya semakin dan semakin sadar lagi, bahwa ungkapan Tuhan memberikan apa yg kita butuhkan instead of apa yang kita mau benar2 nyata dan bukan hanya wacana. :) keep believing, cause God will always knows what's best for us.. ketika kita harus terjebak dalam situasi yang menyenangkan, selalu nikmati dan syukuri hal tersebut, dan ketika dalam situasi yang tidak mengenakkan pun, tetap yakin bahwa Tuhan punya rencana yang terbaik untuk mengajarkan kita suatu hal baru lagi nantinya selama kita sebagai khalifahnya selalu memiliki kemauan untuk jadi lebih baik dalam segala aspek kehidupan yang luar biasa ini..



Maybe that's all I can write right now,
I want to thank the universe for being so great to me in this year..
where I turned to 17th..
probably the exactest time for me to learn about maturity and ready to face the world :)





thankyou so much, 2012




Regards,
Pishella Suryoputri

Sabtu, 18 Agustus 2012

Write it right 4days before she leaves..

Tonight i'm going to make a post, quite a short story, kind of friendship journey.. and it's dedicated to my friend, the best one, who will go so far away from this country, who will cross the sea even the ocean, not just going to another island but continent.
She is Nurul Medina, the kindest person ever lived, the one who has a very pretty face and heart. The one who will going to continue her life and catch her dream by living in Aussie and leave Indonesia for years..
My bestfriend for life..

I've known her since about 3 years a go, saat kita masuk di SMA yang sama, SMA Negeri 47 Jakarta Selatan, kami terdaftar pada kelas yang sama X6, awalnya tentu kami belum saling mengenal jauh satu sama lain, tapi ternyata tidak butuh banyak waktu bagi kami untuk saling merasa cocok satu sama lain, diantara sekian banyak teman sekelas lainnya, Tuhan 'memperkenalkanku' padanya, sosok yang ternyata kedepannya sungguh sangat berarti dalam kehidupanku. Dengan segala kecocokan, tawa, canda, obrolan, permainan, kami menjadi teman dekat, tidak lupa juga dengan Fivo, Nadiah, and the guys: Gio Rezky Hanif Fahmi Risyad Neo Novian Rama dll :-D masa-masa kelas 10 yang harus dilalui dengan berbagai adaptasi yang tak mudah, bagaimana kami melalui proses peralihan, keluar dari segala labilitas pada usia itu, segala masalah baik dalam aspek apapun, semua kita lalui dan kami share bersama. Ntah bagaimana aku melalui masa-masa itu tanpa mengenalnya, Medina, yang akhirnya menjadi sahabat baruku di SMA.
We really had so many unforgettable moment, I can't even count how many times we've been share laugh together, everything seems so straight, so pleasant, so funny! :'D

 since the first time I met her,
dari jaman-jaman belum terlalu deket, jaman-jaman gaya foto kita masih 'imut' banget, gimana kita selalu ketawa-ketawa karna jokes ga jelas yg kita buat, gimana kita melewati banyak ups and downs saat itu bareng-bareng, labil bareng-bareng, gila bareng-bareng, nangis pun bareng-bareng, dan masih banyak lagi :')

Ngga bakal pernah lupain seru-serunya kita awal-awal di x6, sering main ke rumah Risyad, terus waktu ngerayain hari batik pertama, terus pas kerumahku rame-rame juga sama Fivo&Nadi yang niatnya mau belajar tapi jadi foto-foto pake webcam, terus waktu kita cabut olahraga ke taman dan ngakak banget gara-gara pak Edi dan panjat tebing sekolah yang kita kira gentong air, gimana kita suka beli lekker sampai foto sama abangnya yang kecil, jaman-jaman sering main "sok lu", jaman-jaman nginep-nginepan terus foto-foto sok badai, apalagi yang dirumah Nadi kita make-up an konyol! hahaha dan pulangnya kita ke bandara sama-sama malem-malem sampai pulangnya ketiduran di mobilmu gara-gara keasyikan liat langit dr atap mobil yang dibuka, jaman-jaman main sama f4 terus, jaman-jaman kalau pulang sekolah masih sering naik metromini sama-sama. ngga cuma ada disaat seneng aja, tapi saat-saat dimana kita suka galau karna masalah cowok pun saling menguatkan, dan masih banyak lagi yang ngga bakal bisa di ceritain satu-satu, all I can say is thankyou for made my life so great when we were at 10th grade by having each other as a very good friends :') thanks for accepted me as your bestfriend with your heart since the first time. what a precious moment!

Lanjut ke kelas 11, sayangnya yah kita pisah kelas :'o tapi hal tersebut ngga membuat kita jadi jauh, and i'm so grateful! :D bahkan kita masih sangat dekat, di kelas 11 kita lebih disibukkan dengan kegiatan cheers, segala-galanya kita lewatin bareng sama temen-temen Dazzle juga, I always remember saat-saat aku cedera, Memed yang selalu paling khawatir dan care, Memed yang ngolesin counterpain waktu aku terkilir, Memed yg nemenin lari ke kamar mandi waktu aku mau muntah/mimisan kena cedera, jaman-jaman kita bikin lagu-lagu gila di hall kalo lagi break, jaman Memed mulai bawa motor dan dengan jegernya kita ke Senayan bareng smp minjem helm di rumah Atikah dulu :') jaman-jaman kita jadi tempat satu sama lain buat ngeluhin cheers, tapi disisi lain juga saling menyemangati dan berbagi banyak cerita. ohya, kelas 11 juga dimana kita mulai bikin keluarga-keluargaan ya! dimana Memed-Pandu jadi orangtuanya, dan ada anak-anak juga, Bambi, Opip, Oon, Obi, yang tadinya bahkan ada tante Hilda om Edoy sepupu Shela dan masih banyak lagi yang kita sampe suka dibilang sinting sama Julie dan Anis! hahahaha :") kelas 11 juga jaman-jamannya aku melewati lovelife yang berat sekali..yang dimana cuma bisa curhat sama Memed and so do you to me, bagaimana ada hal-hal yang ngga bisa kita ceritakan ke orang lain, bagaimana kita saling menguatkan, tempat curhat terbaik!
Begitu juga sampai naik ke kelas 12 pun, kita tetap selalu keep in touch as a good friend walaupun mulai nggak sesering dulu main barengnya, but we never have a fight, we respect each other when we're in kind of busy with our own activities, but when we meet, we still into each other, we share everything and laugh as much as we were young :p or sometimes even the tears..we always also cry inside when we see one of us cry or deeply sad.

"We've shared so much laughter, so many tears. We're a spiritual bond that grows stronger each year. We're not sisters by birth, but we knew from the start, something put us together to be sisters by heart."
3 tahun di SMA, Memed selalu ada, menjadi salah satu sahabat terbaik yang pernah aku punya, we grow up together these past 3 years, you see how I changes, and I see how you changes. but there's one thing that would never ever change, our friendship :') even sampai kelulusanpun. yang dimana setelah ini it means you and I will be apart because we have to reach our own dreams with our own way :')
 (our graduation day)

And now, we have to separated by our life's fate, we're growing up and we have to continue our precious life God has gave to us, first, we choose the different speciality, enter the different college/univ, then we go to our own way, but all I know is someday when we meet again, kita sudah sama-sama menjadi diri yang sukses dan menjalani hidup yang kita impikan bersama cita-cita kita lainnya :'D aku jadi guru tk dan psikolog, kamu jadi chef handal dan manajer wanita yang hebat. Dimana kita akan terlihat berbeda dari luarnya nanti, tapi di hati semoga akan selalu tetap seperti bagaimana kita pertama mengenal, pribadi perempuan yang berhati baik dimata satu sama lain dengan segala kegilaannya yang menyenangkan. Segala tawa, cerita dan caring yang akan terus kita share nantinya saat kita bertemu lagi :'D 
Over all, here's my message for you, Nurul Medina aka Memed.
My bestfriend, my second mom, my sister, my share-mate and everythinggg..
"baik-baik ya Med disana! :') selalu jaga diri dari hal-hal yang membahayakan, selalu berhati-hati dalam berkeputusaaan, jangan takut, be a tough woman in there..  disaat kamu bingung, disaat kamu resah, jangan pernah membuat keputusan gegabah, remember that Allah will always be with you wherever you go. Kalo kangen sama Jakarta dan Indonesia, just remind urself that it can be a motivation for you untuk cepat-cepat menyelesaikan kuliah dengan baik dan kembali kesini, jangan pernah takut orang-orang akan lupa sama kamu, semua yang disini akan selalu kangen juga sama kamu, Med! :) I can't wait to see you back someday as a smart intelligent woman who can inspire people by your life story. Whenever you feel alone, always remember that you'll have plenty of new friends there, dari berbagai belahan dunia, you'll be a person who has an extraordinary experience which can make you be a powerful woman than anyone later.. Don't cry easily, take a deep breath when you know you are about to cry than keep your chin up, every obstacle will make your heart tougher, what doesn't kill you makes you stronger! :) jangan pernah putus asa walaupun seberat apa nanti perjalanan hidup kamu disana, selalu ingat bahwa kita tidak mungkin hidup tanpa masalah, tapi Allah ngga bakal ngasih cobaan yang melebihi batas kemampuan kita :)
I will always love you my bestfriend of life.. jangan lupa janji kita untuk ketemu lagi nantinya :'D you have no idea how i'm gonna miss you damn muchhh! skype or tweet me oftenly babe! :') have a great journey ahead!"
"A friend gives hope when life is low, a friend is a place when you have nowhere to go, a friend is honest, a friend is true. A friend is precious. A friend is you."


 
"True friends are the ones who never leave your heart, even if they leave your life for a while. Even after years apart, you pick up with them right where you left off, and even if they die, they're never dead in your heart."
 Thanks for being my friend, thanks to accompany me these past three years, thanks to let me know you better until that deep, thanks for all the things we've shared, thanks for always listen to my story, thanks for all the laughs, the jokes, the memories and all of the stuff between us which I will never ever forget, dan ngga lupa juga, thanks for gave me this board as your last gift for me before you go..
it's more than a priceless :')

well,
Take care, take care, take care..

"And so we talked all night about the rest of our lives
Where we're gonna be when we turn 25
I keep thinking times will never change
Keep on thinking things will always be the same
But when we leave this year we won't be coming back
No more hanging out cause we're on a different track
And if you got something that you need to say
You better say it right now cause you don't have another day
Cause we're moving on and we can't slow down
 As we go on, we remember..
All the times we had together..
And as our lives change
Come whatever..
We will still be..
Friends Forever"
Vitamin C - Graduation (friends forever)
So that's all I can say..
I love you, Nurul Medina :)
See you when I see you..
Best Regards,
your bestfie,
-Pishella Suryoputri-
(who can't imagine how much tears that would fall when you're leaving :'D)